FILOSOFI DANDELION



Dandelion dengan nama lain Randa Tapak masih termasuk dalam genus Taraxacum dari family Asteraceae. Dandelion sendiri berasal dari Eropa dan Asia. Dandelion bukanlah seperti bunga mawar yang wangi dan elok dengan warnanya yang cerah, dia hanyalah bunga sederhana dengan kuntum bunga berwarna putih. Daendelion hidup diantara semak belukar dipadang rumput, tebing tinggi, pegunungan, dan tempat yang susah dijangkau terlihat tak dihargai oleh siapapun. Namun dandelion mengajarkan untuk tegar dengan kehidupan yang ada, batangnya yang rapuh terus tetap bertahan menjalani kehidupan bersama para rumput yang lain, dan warnanya yang putih melambangkan makna kesucian yang terus terjaga. Meskipun dandelion tegar dengan hidup disekeliling rerumputan yang mungkin akan menghancurkannya, tetapi tetap saja ia akan rapuh oleh awan yang membawakan angin kelembutan, kelembutan yang mengajaknya kepada kehidupan baru yang akan membuatnya lebih baik dari keadaan sebelumnya. Filosofi dari kehidupan dandelion, kerapuhannya oleh hembusan angin mampu menyebarkan benih kebaikan untuk kehidupan yang baru. Dalam mencapai kehidupan yang baru, dandelion harus rela dan kuat untuk terbang dan menjelajahi angkasa luas yang tentunya tak semudah yang diharapkan, dan pada akhirnya sampai disuatu tempat untuk memulai kehidupan yang baru. Penjelajahan dandelion di angkasa luas mengajarkan arti sebuah kehidupan yang tak selamanya harus mulus dijalani, perjuangan dandelion bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun bersama-sama dandelion yang lain ia mampu hidup. Terbang dan terus terbang mencari arah untuk menggapai mimpi dan kehidupan yang lebih baik. Inilah short story of dandelion yang saya akan kisahkan.

Komentar